dari ruyung yang pecah maka sagu bertaburan, 
dari katak yang tidak mati bila menyeberangi jalan, 
dari lembu yang mempertahankan hak namanya, 
dari meja yang ditepuk dan gelas pecah,
dari otak pemikir marhaen yang rendah IQnya, 
dari pandangan serong mata hati, 
dari racauan jiwa yang kacau,
dari kail sejengkal laut dah diduga,
dari anjing yang berjaya meruntuhkan bukit,
dari kelawar yang jaga siang,
dari pungguk yang cuba merindui mentari,
dari tikus yang berjaya membaiki labu,
dari 1Hz ke infiniti,
dan.....

-de' owner-

19 January 2009

senyum sikit 1

Sepasang kekasih yang hendak menikah sedang berbincang. Si Gadis berbisik pada kekasihnya, "Sekarang waktunya kita saling jujur agar kelak kita tidak kecewa."

Si Pemuda mengangguk. Gadis berkata "Sesungguhnya dada saya rata.. seperti papan... kalau kau tidak suka katakan saja. Kita boleh batalkan pernikahan ini. Saya sedia menghadapinya", kata gadis. Pemuda dengan lemah lembut menjawab, "Itu tidak masalah. Bagiku seks bukanlah hal yang penting. Tetapi cinta kasih" Gadis pun lega mendengarkannya.

Saya juga perlu mengatakan sesuatu sejujurnya padamu.", jelas pemuda. Gadis mengangguk tersenyum. "Sesungguhnya 'anu' saya seperti bayi...", kata pemuda. Sstt...sudahlah itu tidak penting. Bagiku seks bukanlah hal yang penting. Tetapi cinta kasih.", sahut si Gadis.

Pemuda pun lega mendengarkannya. Malam pengantin tiba. Gadis mula membuka baju dan nampaklah dadanya yang memang..memang...benar-benar.. rata. Pemuda hanya tersenyum melihatnya. Kemudian pemuda mula membuka seluarnya sehingga nampaklah 'anu'nya. Melihat itu gadis menjerit dan pengsan. Setelah sedar si gadis bertanya, "Kau katakan 'anu'mu seperti bayi...?"

"Ye la memang seperti bayi,... panjang 50 cm dan berat 3 kg"

No comments:

Post a Comment